BMX Flat Land
(Selasa, 31 Maret 2009)
NGOBROL, latian, canda dan tukar ilmu sembari nonton video atau play station. Itu yang biasa berlangsung di komunitas BMX Flat Land. Tukar ilmu dan berlatih trik-trik sepeda BMX.
BMX Flat Land itu kumpulan anak muda penghobi bersepeda. Bagi mereka bersepeda itu lebih keren dan asik daripada pakai kendaraan bermesin. “Kita bisa gaya dimana aja mas. Trotoar oke, devider bisa, apalagi di parkiran. Yang penting tempatnya luas “ kata Agung Budi Nugroho, salah satu anggota komunitas BMX Flat Land.
Banyak gaya yang bisa dilakukan komunitas bmx ini, seperti Funky Chicken, Stam Roller, Hang 5. Menurut Agung, bmx lebih positif daripada hobi yang membuang-membuang duit. “Kita nabung mati-matian buat modal maen bmx,” ujar semangat Agung.
Untuk masuk komunitas BMX ini nggak ada syarat khusus. Cukup modal sepeda udah bisa gabung.
Agar nggak ganggu jam belajar, latihan dilakukan sore hari. Pas malam minggu latian di Bunderan UGM. Malam minggu pasti rame karena banyak komunitas BMX lain yang ikut bergabung. ‘’Jadi bisa nambah temen sekaligus pamer perhatian cewek, he.. he.. he…,“ kata Agung terkekeh-kekeh.
Dengan komunitas BMX lain mereka juga saling tukar ide, atau bahkan adu ketrampilan. Seperti standing paling lama, ato hang 5 terlama. Hang 5 dianggap susah karena butuh keseimbangan dan konsentrasi tinggi.
Kata mereka BMX tu asik, sesuai jiwa anak muda yang menantang dan ingin coba-coba lalu ketagihan. Efek candu yang ditawarkan BMX adalah jika kita menguasai trik-trik dasar bmx, mesti kita pengen yang lebih agar di anggap hebat.
BMX Flat Land ini secara jujur mengakui salut dengan Pemerintah Kota Jogja, terutama dengan program Sego Segawe. Yaitu sepeda nggo sekolah lan nyambut gawe. Ayo mulai hidup sehat dengan bersepeda!!! (per)
NGOBROL, latian, canda dan tukar ilmu sembari nonton video atau play station. Itu yang biasa berlangsung di komunitas BMX Flat Land. Tukar ilmu dan berlatih trik-trik sepeda BMX.
BMX Flat Land itu kumpulan anak muda penghobi bersepeda. Bagi mereka bersepeda itu lebih keren dan asik daripada pakai kendaraan bermesin. “Kita bisa gaya dimana aja mas. Trotoar oke, devider bisa, apalagi di parkiran. Yang penting tempatnya luas “ kata Agung Budi Nugroho, salah satu anggota komunitas BMX Flat Land.
Banyak gaya yang bisa dilakukan komunitas bmx ini, seperti Funky Chicken, Stam Roller, Hang 5. Menurut Agung, bmx lebih positif daripada hobi yang membuang-membuang duit. “Kita nabung mati-matian buat modal maen bmx,” ujar semangat Agung.
Untuk masuk komunitas BMX ini nggak ada syarat khusus. Cukup modal sepeda udah bisa gabung.
Agar nggak ganggu jam belajar, latihan dilakukan sore hari. Pas malam minggu latian di Bunderan UGM. Malam minggu pasti rame karena banyak komunitas BMX lain yang ikut bergabung. ‘’Jadi bisa nambah temen sekaligus pamer perhatian cewek, he.. he.. he…,“ kata Agung terkekeh-kekeh.
Dengan komunitas BMX lain mereka juga saling tukar ide, atau bahkan adu ketrampilan. Seperti standing paling lama, ato hang 5 terlama. Hang 5 dianggap susah karena butuh keseimbangan dan konsentrasi tinggi.
Kata mereka BMX tu asik, sesuai jiwa anak muda yang menantang dan ingin coba-coba lalu ketagihan. Efek candu yang ditawarkan BMX adalah jika kita menguasai trik-trik dasar bmx, mesti kita pengen yang lebih agar di anggap hebat.
BMX Flat Land ini secara jujur mengakui salut dengan Pemerintah Kota Jogja, terutama dengan program Sego Segawe. Yaitu sepeda nggo sekolah lan nyambut gawe. Ayo mulai hidup sehat dengan bersepeda!!! (per)
Robotic SMA 8 Jogja
(Selasa, 31 Maret 2009)
Juarai Robotic, Sikapi Fisika dengan Fun
HARUS diakui, Fisika itu salah satu mata pelajaran yang ditakuti temen-temen kita di SMA. Bahkan, denger kata Fisika aja temen-temen langsung menerawang ke berbagai persoalan yang ada kaitannya dengan rumus-rumus yang ruwet. Begitu juga saat waktunya jam pelajaran fisika serasa jarum jam nggak pernah bergerak maju. Lama banget rasanya.
Tapi nggak begitu buat tiga temen indikasi kita ini, Mas Gilang Karebet, Agung Prasetyo dan Said Harjuna. Tiga jagoan yang duduk di kelas sepuluh SMA Negeri 8 Jogja ini bahkan demen banget ama fisika. Kata mereka, kuncinya menyikapi pelajaran fisika dengan fun. Sehingga dengan begitu fisika itu bias datengin prestasi. Dan saking jagonya mereka di dunia fisika, tiga cowok yang akrab dipanggil Rebet, Agung, dan Said ini berhasil meraih prestasi sebagai juara dua bikin robot kategori linefollower se Jogja.
“Awalnya sih cuma ditawarin lomba dengan diberi buku panduan. Kita mau karena merasa tertantang, apalagi untuk bikin robot itu dibutuhkan dasar fisika, terus ada elektronika dan komputernya,” jelas Rebet yang juga demen basket.
Padahal, kegiatan robotic belum jadi ekstrakulikuler resmi di sekolahnya SMA Negeri 8 Jogja. “Kita khan udah ada prestasi, jadi sayang kalau nggak ada yang nerusin. Waktu lomba kemarin, kita dibina ama Pak Ajik dan anak elektronika UGM. Harapan selanjutnya, kita-kita sendiri yang akan nularin ilmunya,” tutur cowok yang pengen jadi programer.
Harapan selanjutnya, mereka pengen tetep eksis di lomba-lomba robotic dan coba-coba bikin sendiri. “Terus terang kita belum puas, karena masih juara dua. Lagi pula baru satu kali lomba. Pengennya dari sekolah kita ada yang nerusin prestasi di dunia robotic,” tutup Rebet. (gun)

HARUS diakui, Fisika itu salah satu mata pelajaran yang ditakuti temen-temen kita di SMA. Bahkan, denger kata Fisika aja temen-temen langsung menerawang ke berbagai persoalan yang ada kaitannya dengan rumus-rumus yang ruwet. Begitu juga saat waktunya jam pelajaran fisika serasa jarum jam nggak pernah bergerak maju. Lama banget rasanya.
Tapi nggak begitu buat tiga temen indikasi kita ini, Mas Gilang Karebet, Agung Prasetyo dan Said Harjuna. Tiga jagoan yang duduk di kelas sepuluh SMA Negeri 8 Jogja ini bahkan demen banget ama fisika. Kata mereka, kuncinya menyikapi pelajaran fisika dengan fun. Sehingga dengan begitu fisika itu bias datengin prestasi. Dan saking jagonya mereka di dunia fisika, tiga cowok yang akrab dipanggil Rebet, Agung, dan Said ini berhasil meraih prestasi sebagai juara dua bikin robot kategori linefollower se Jogja.
“Awalnya sih cuma ditawarin lomba dengan diberi buku panduan. Kita mau karena merasa tertantang, apalagi untuk bikin robot itu dibutuhkan dasar fisika, terus ada elektronika dan komputernya,” jelas Rebet yang juga demen basket.
Padahal, kegiatan robotic belum jadi ekstrakulikuler resmi di sekolahnya SMA Negeri 8 Jogja. “Kita khan udah ada prestasi, jadi sayang kalau nggak ada yang nerusin. Waktu lomba kemarin, kita dibina ama Pak Ajik dan anak elektronika UGM. Harapan selanjutnya, kita-kita sendiri yang akan nularin ilmunya,” tutur cowok yang pengen jadi programer.
Harapan selanjutnya, mereka pengen tetep eksis di lomba-lomba robotic dan coba-coba bikin sendiri. “Terus terang kita belum puas, karena masih juara dua. Lagi pula baru satu kali lomba. Pengennya dari sekolah kita ada yang nerusin prestasi di dunia robotic,” tutup Rebet. (gun)
Try Out SMA 11 Jogja
(Selasa, 31 Maret 2009)
"Global warming…global warming for us… Everything will burn… If we don’t look around…"
KALAU didengerin, lagu global warming-nya grup band indie, sky n hopes itu asyik juga. Sepertinya bahaya soal global warming itu udah nancep banget di ati temen-temen SMAN 11 Jogja. Buktinya waktu mereka bikin acara Lustrum, mereka ngangkat tema ‘’Save Our Earth’’.
Acaranya digeber hari Minggu (29/3) lalu mulai jam 07.00 dengan agenda bikin try out. Seru banget, bukan cuma lantaran nglepas 20 balon berwarna warni, tapi yang ikutan try out juga banyak, 305 siswa-siswa SMP dari seluruh DIY.
Yang menarik, backdrop acaranya juga dibuat dari bahan yang mudah didaur ulang. Menurut Ketua Panitianya, Devi Umi, backdrop besar dengan ukuran 4 x 2,5 meter itu dibuat pakai kertas semen. ‘’Kira-kira butuh 50-an kertas semen dan dibuat bareng-bareng, seru banget. Ngecatnya aja berebutan,’’ kenang Devi.
Banyak acara yang bakal diadain selain try out. Karena temen-temen SMAN 11 Jogja juga menyiapkan acara lain, seperti lomba religi, lomba lukis, lomba mading, dan nggak bakal ketinggalan adalah Pensi (pentas seni). (eza)
"Global warming…global warming for us… Everything will burn… If we don’t look around…"
KALAU didengerin, lagu global warming-nya grup band indie, sky n hopes itu asyik juga. Sepertinya bahaya soal global warming itu udah nancep banget di ati temen-temen SMAN 11 Jogja. Buktinya waktu mereka bikin acara Lustrum, mereka ngangkat tema ‘’Save Our Earth’’.
Acaranya digeber hari Minggu (29/3) lalu mulai jam 07.00 dengan agenda bikin try out. Seru banget, bukan cuma lantaran nglepas 20 balon berwarna warni, tapi yang ikutan try out juga banyak, 305 siswa-siswa SMP dari seluruh DIY.
Yang menarik, backdrop acaranya juga dibuat dari bahan yang mudah didaur ulang. Menurut Ketua Panitianya, Devi Umi, backdrop besar dengan ukuran 4 x 2,5 meter itu dibuat pakai kertas semen. ‘’Kira-kira butuh 50-an kertas semen dan dibuat bareng-bareng, seru banget. Ngecatnya aja berebutan,’’ kenang Devi.
Banyak acara yang bakal diadain selain try out. Karena temen-temen SMAN 11 Jogja juga menyiapkan acara lain, seperti lomba religi, lomba lukis, lomba mading, dan nggak bakal ketinggalan adalah Pensi (pentas seni). (eza)
Langganan:
Postingan (Atom)